Musancab Serentak PDI Perjuangan Banyuwangi Dorong Peran Strategis Anak Muda dan Perempuan

IMG-20260423-WA0061

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak pada Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda lima tahunan partai untuk menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan.

Sebanyak 25 Pengurus Anak Cabang (PAC) mengikuti Musancab yang dibagi di dua lokasi. PAC dari daerah pemilihan (Dapil) Banyuwangi 1, 2, 7, dan 8 melaksanakan kegiatan di Hotel Aston. Sementara itu, PAC dari Dapil 3, 4, 5, dan 6 yang meliputi wilayah Banyuwangi selatan berkegiatan di Havana Waterpark, Jajag, Kecamatan Gambiran.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, Ana Aniati, menjelaskan bahwa Musancab merupakan tindak lanjut instruksi partai yang dilakukan serentak untuk membentuk struktur kepengurusan baru di tingkat PAC.

“Musancab menjadi momen strategis untuk membentuk struktur kepengurusan PAC yang solid sekaligus memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan/desa dan anak ranting atau setingkat dusun,” kata Ana Aniati.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh kader, mulai dari tingkat DPC hingga anak ranting, dalam menjalankan kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat serta menghadapi kontestasi pemilu ke depan.

“Kekompakan internal, kepatuhan dalam satu komando dan konsolidasi yang kuat dari Tingkat DPC hingga Anak Ranting menjadi modal dasar untuk meraih kemenangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ana Aniati menyampaikan komitmen partainya untuk memberikan ruang luas bagi kalangan muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z, agar terlibat aktif dalam dunia politik.

“PDI Perjuangan tidak hanya menjadi anak muda sebagai pemilih,tetapi juga sebagai penerus perjuangan partai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa penguatan peran perempuan dan generasi muda merupakan kebijakan struktural yang wajib dijalankan dalam setiap kepengurusan hasil Musancab.

Ia menjelaskan, setiap PAC diwajibkan memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan generasi muda atau Gen Z minimal 20 persen.

“Semua kita wajibkan, salah satu dari mereka harus menjadi Ketua, Sekretaris, atau Bendahara. Ini bukan sekadar pelengkap, tapi posisi strategis dalam kepengurusan,” ucap Deni saat ditemui di sela-sela agenda Musancab.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi fondasi penting dalam proses regenerasi kepemimpinan partai di tingkat akar rumput. Peran PAC sebagai ujung tombak partai dinilai sangat vital dalam membaca dinamika sosial serta menyerap aspirasi masyarakat.

“Kehadiran generasi muda sangat krusial untuk membawa perspektif baru, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat,” pungkasnya. (tim)