Raline Shah Puji Keindahan Pendopo Banyuwangi yang Mengusung Konsep Green Building

IMG-20260614-WA0018

BANYUWANGI (AktualLine.com)—Kunjungan artis Raline Shah ke Banyuwangi tak hanya diisi dengan menjelajahi destinasi wisata alam. Bersama keluarganya, ia juga menyempatkan diri mengunjungi Pendopo Sabha Swagata Blambangan pada Jumat (12/6/2026) malam.

Didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Raline tampak menikmati suasana dan keindahan bangunan bersejarah tersebut. Kekagumannya bahkan beberapa kali terlontar saat melihat berbagai sudut pendopo.

“Such a beautiful. Bagus sekali,” kata Raline saat berkeliling area pendopo.

Selama berada di lokasi, Raline terlihat mengabadikan momen bersama keluarganya di sejumlah titik menarik, termasuk area perbukitan hijau yang dikenal sebagai “Bukit Teletubbies” dan hamparan rumput di belakang pendopo yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan luar ruangan.

Perhatian Raline juga tertuju pada guest house yang dirancang menyerupai bunker bawah tanah dengan atap berupa hamparan rumput hijau. Desain tersebut dinilainya unik dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

“Keren. Tidak kelihatan kalau ada ruangan di dalam. Suasananya juga adem, bikin betah,” katanya.

Tak berhenti di situ, Raline melanjutkan kunjungannya ke rumah adat Osing yang berada di bagian belakang pendopo. Ia mengamati detail bangunan tradisional tersebut yang dibangun tanpa menggunakan paku dan memanfaatkan pasak kayu sebagai pengikat konstruksi.

Di kawasan yang sama, Raline juga mendatangi Sumur Sri Tanjung, sumur tua yang lekat dengan legenda asal-usul nama Banyuwangi. Dengan penuh antusias, ia mengungkapkan keinginannya untuk mencoba air dari sumur tersebut.

“Saya akan coba air sumur ini yang katany bikin awet muda,” ujar Raline sambil tersenyum.

Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan bangunan cagar budaya yang berdiri sejak tahun 1771. Pada 2012, bangunan ini direvitalisasi oleh arsitek Adi Purnomo dengan tetap mempertahankan nilai sejarahnya sekaligus menerapkan konsep arsitektur hijau atau green building.

Konsep tersebut terlihat dari pemanfaatan pencahayaan dan sirkulasi udara alami yang mampu mengurangi penggunaan energi listrik. Karena itu, selain menjadi pusat aktivitas pemerintahan, pendopo juga dikenal sebagai salah satu ikon arsitektur Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas publik di Banyuwangi selalu memperhatikan aspek fungsi, estetika, dan kearifan lokal.

“Banyuwangi ini membangun bersama arsitek, jadi tidak hanya memenuhi fungsinya namun juga unsur estetika. Kami juga menonjolkan gaya arsitektur lokal Banyuwangi untuk melestarikan kearifan lokal kita. Bahkan hotel dan homestay juga kami “paksa” untuk menonjolkan kekhasan lokal dalam setiap desain bangunannya,” jelas Ipuk kepada Raline.

Ipuk menambahkan, sejumlah bangunan publik di Banyuwangi juga dirancang oleh arsitek nasional. Bandara Banyuwangi dan masjid pendopo dirancang oleh Andra Matin, Grand Watudodol serta Stadion Diponegoro didesain oleh Budi Pradono, sedangkan kawasan heritage Inggrisan merupakan karya Yori Antar.

Raline berada di Banyuwangi selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Juni 2026. Selain menghadiri kegiatan Satu Indonesia, ia bersama keluarganya juga mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, seperti Desa Wisata Adat Kemiren, Kawah Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo. (tim)