Rembug Lansia Jadi Ruang Aspirasi, Pemkab Banyuwangi Siapkan Kebijakan yang Lebih Inklusif

IMG-20260605-WA0006

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Rembug Lansia sebagai forum untuk menampung berbagai aspirasi, kebutuhan, dan harapan warga lanjut usia. Masukan yang dihimpun dalam forum tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.

Kegiatan yang berlangsung pada 3 Juni 2026 itu dihadiri Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Sejumlah perwakilan organisasi lansia turut hadir, di antaranya Yayasan Gerontologi Abiyoso, Komunitas Senam LTK Banyuwangi, Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI), Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-Polri (PEPABRI), serta DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan peserta akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Aspirasi Bapak-Ibu lansia akan kami jadikan bahan perencanaan pembangunan, khususnya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga akses terhadap fasilitas umum yang ramah lansia,” kata Suyanto yang akrab disapa Yayan.

Dalam forum tersebut, sejumlah usulan disampaikan oleh peserta. Salah satunya datang dari perwakilan PIVERI, A. Sugianti, yang mengusulkan program Sahabat Lansia Sebatang Kara melalui kegiatan anjangsana atau kunjungan rutin kepada lansia yang tinggal seorang diri.

“Kami juga berharap ada program Cerita Ingatan Jiwa, sebagai ruang berbagi pengalaman hidup sekaligus mempererat kebersamaan melalui kegiatan makan bersama para lansia,” ujarnya.

Peserta lainnya, Sudirman, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah berjalan di Banyuwangi. Menurutnya, program-program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi para lansia.

“Kami sangat menghargai Rantang Kasih, bagaimana pemkab memberikan makanan bergizi pada lansia sebatang kara yang tidak mampu. Termasuk layanan home care bagi lansia,” ungkapnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pembangunan daerah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Indonesia sudah memasuki era aging population. Maka Rembug Lansia menjadi tahapan penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan, masukan, dan harapan para lansia tanpa perantara,” kata Ipuk.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk lanjut usia hasil SUPAS 2025 mencapai 11,97 persen. Angka tersebut menunjukkan Indonesia telah memasuki fase penuaan penduduk.

“Perubahan struktur demografi tersebut membawa sejumlah konsekuensi terkait kebijakan daerah. Rembug ini agar kita melakukan intervensi yang tepat dan terarah,” jelas Ipuk.

Selain Rembug Lansia, Pemkab Banyuwangi juga secara rutin menyelenggarakan Rembug Anak dan Rembug Perempuan. Berbagai forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (tim)