Wamenkes Tinjau RSUD Blambangan dan Genteng, Apresiasi Kemoterapi hingga Teknologi Pemecah Batu Ginjal
BANYUWANGI (AktualLine.com)– Penguatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Banyuwangi mendapat perhatian Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus saat melakukan kunjungan kerja pada 24–25 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, ia meninjau pelayanan di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, termasuk sejumlah fasilitas medis modern yang telah tersedia untuk masyarakat.
Di RSUD Genteng, Benjamin mengapresiasi keberadaan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), teknologi untuk memecah batu ginjal tanpa harus melalui operasi. Peralatan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Dengan adanya alat ESWL ini, masyarakat yang menderita batu ginjal di Banyuwangi tidak perlu lagi dirujuk ke luar kota seperti Surabaya atau Malang,” kata Benjamin saat meresmikan Gedung ESWL RSUD Genteng, Sabtu (24/10/2026).
Selain meresmikan gedung tersebut, Wamenkes meninjau ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta Hemodialysis Center (HD Center), yakni pusat pelayanan cuci darah yang baru selesai dibangun di RSUD Genteng.
“Saya kira mutu pelayanan kesehatan di Indonesia makin baik. Contohnya RSUD Genteng ini, meskipun bukan di pusat kota tapi peralatannya lengkap, kualitas dokternya juga bagus,” ungkapnya.
Sementara itu, di RSUD Blambangan, Benjamin memberikan apresiasi terhadap layanan kemoterapi yang telah beroperasi sejak Juni 2026. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang Handling Sitotoksik untuk meracik obat kemoterapi, termasuk penggunaan BioSafety Cabinet (BSC) sesuai standar keamanan.
Rumah sakit tersebut juga menyediakan ruang One Day Care Kemoterapi untuk pemberian obat kepada pasien kanker secara rawat jalan. Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Blambangan telah didukung dokter spesialis dan subspesialis untuk menunjang pelayanan kanker.
Dalam kunjungan yang turut didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Sabtu (24/10/2026), Wamenkes juga memeriksa fasilitas radiologi, termasuk ruang mamografi. Peralatan mamografi itu merupakan bantuan dari Kemenkes untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
“Alat ini oleh Kemenkes kami kirim ke daerah-daerah agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya perempuan agar bisa mendeteksi kanker payudara sejak dini. Masyarakat silakan memanfaatkan alat ini untuk tindakan pencegahan,” jelas Benjamin.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui bantuan berbagai peralatan kesehatan modern. Menurutnya, kelengkapan fasilitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama karena warga dapat mengakses layanan medis yang dibutuhkan tanpa harus berobat ke luar daerah.
“Semakin lengkapnya peralatan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi warga. Karena warga tidak perlu jauh-jauh lagi saat berobat tanpa harus ke luar kota,” kata Ipuk. (tim)
