Danu Budiyono: Video Zulkifli Hasan Soal Sawit Dipotong dan Keluar dari Konteks

IMG-20260807-WA0035(1)

Zulkifli Hasan bersama Pengurus DPD PAN Banyuwangi (dari kanan): Danu Budiyono, Zulkifli Hasan, Suwardi, Silva Dwi Lestari. (Dok. PAN Banyuwangi)

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Beredar di media sosial sebuah video yang dikaitkan dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), disertai narasi bahwa petani dianjurkan beralih menanam kelapa sawit apabila budidaya padi dinilai tidak menguntungkan. Klaim tersebut ramai menjadi perbincangan setelah dikaitkan dengan kunjungan kerja Zulhas ke Sulawesi Selatan.

Namun, narasi tersebut dipastikan tidak sesuai dengan konteks pernyataan yang sebenarnya. Potongan video yang beredar dinilai telah dipelintir sehingga memunculkan kesan seolah-olah Zulhas mendorong alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit. Faktanya, Zulhas tidak sedang menyarankan petani mengubah lahan sawah menjadi kebun sawit, melainkan mengkritisi logika pasar bebas yang pernah berkembang dalam sektor pertanian di masa lalu.

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Banyuwangi, Danu Budiyono, menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan hoaks. Menurutnya, video tersebut telah dipotong, dimanipulasi, bahkan diduga diubah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga menghilangkan konteks utuh dari pernyataan Zulkifli Hasan.

“Beliau tidak sedang mengajak petani mengubah sawah menjadi kebun sawit. Yang disampaikan justru kritik terhadap logika pasar bebas yang pernah berkembang di masa dulu, bukan ajakan melakukan alih fungsi lahan,” ujar Danu, Jumat (7/8/2026).

Selain itu, Danu juga membantah isu lain yang menyebut pemerintah melarang pendirian kios, warung, atau toko kelontong dalam radius dua kilometer dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, informasi tersebut juga merupakan berita bohong.

“Baik Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menko Bidang Pangan, maupun pemerintah tidak pernah mengeluarkan pernyataan ataupun kebijakan seperti itu. Informasi tersebut adalah hoaks yang merupakan fitnah dan sangat menyesatkan,” tegasnya.

Danu menilai berbagai isu hoaks tersebut sengaja dimainkan untuk membentuk opini negatif terhadap Zulkifli Hasan yang saat ini mendapat kepercayaan dari Presiden Prabowo Subianto mengemban sejumlah tugas strategis di tingkat nasional.

Beberapa amanah yang diemban Zulkifli Hasan di antaranya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Ketua Tim Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Tim Percepatan Swasembada Pangan, Energi, dan Air, serta Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

“Berbagai amanah tersebut menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kinerja beliau. Bahkan beliau menerima tanda kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto serta berbagai penghargaan nasional sepanjang 2025,” kata Danu.

Ia menambahkan, Zulkifli Hasan juga memperoleh sejumlah apresiasi, di antaranya Anugerah Penggerak Nusantara 2025 dari iNews Media Group, CNN Indonesia Awards 2025, serta detikcom Awards 2025 sebagai Tokoh Percepatan Swasembada Pangan.

Di akhir keterangannya, Danu mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Mari kita terapkan prinsip ‘saring sebelum sharing‘ serta selalu memverifikasi setiap informasi melalui saluran resmi pemerintah agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong maupun informasi yang telah dimanipulasi,” pungkasnya. (tim)