Delegasi 12 Negara Apresiasi Banyuwangi, Keramahan Warga Dinilai Cerminkan Nilai-Nilai Islam

fb_jwzlrdw_whatsapp-image-2026-08-06-at-051410

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Keramahan masyarakat Banyuwangi meninggalkan kesan mendalam bagi peserta International Course & Experiential Learning: Islamic Justice bertajuk Access to Justice in Southeast Asia 2026.

Sejumlah delegasi internasional menilai pengalaman yang mereka peroleh selama berada di Banyuwangi memperlihatkan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Konferensi yang digelar oleh The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) Fakultas Hukum Universitas Jember bersama Universitas Islam Cordoba Banyuwangi tersebut diikuti ratusan peserta.

Sebanyak 26 delegasi dari 12 negara ambil bagian, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Filipina, Pakistan, India, Prancis, Jepang, Vietnam, Australia, Malaysia, Korea Selatan, dan Kanada.

Sebelum mengikuti rangkaian konferensi, para peserta lebih dahulu menjalani kegiatan experiential learning dengan mengunjungi sejumlah daerah di sekitar Banyuwangi.

Dari kegiatan tersebut, mereka memperoleh gambaran langsung mengenai praktik kehidupan sosial dan pelayanan publik di daerah.
Fehmida Kanwal, delegasi asal Pakistan, mengaku banyak mendapatkan pelajaran baru selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya banyak belajar disini tentang bagaimana Islam diimplementasikan dalam berbagai aspek dengan baik,” katanya.

Kesan serupa disampaikan Destiny Perez Orozco dari Amerika Serikat. Menurut dia, interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan di Banyuwangi membuka sudut pandang baru mengenai implementasi nilai-nilai keislaman.

“Pengalaman ini memberi wawasan baru yang lebih luas bagi kami,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang menjadi pembicara utama menjelaskan bahwa nilai-nilai Islam menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Banyuwangi. Salah satunya diwujudkan melalui kepemimpinan yang inklusif serta pelayanan publik yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.

“Nilai-nilai maqasudus syariah menjadi fondasi dalam setiap kebijakan yang diambil Pemkab Banyuwangi. Sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang inklusif dan berkeadilan untuk memperoleh layanan publik,” jelas Ipuk.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, menyampaikan bahwa penyelenggaraan konferensi tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memperkuat posisi Banyuwangi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kami bercita-cita untuk mewujudkan Banyuwangi sebagai laboratorium hidup untuk kajian berbagai bidang keilmuan. Khususnya, dalam keilmuan Islam Internasional,” ungkap Agus. (tim)