Udang Banyuwangi Tembus Pasar Global, Kadis Perikanan Dorong Budidaya Berkelanjutan
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra dalam Banyuwangi Shrimp Fiesta, Minggu (30/8/2026).
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Potensi komoditas udang di Kabupaten Banyuwangi terus didorong agar semakin dikenal masyarakat sekaligus mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Banyuwangi Shrimp Fiesta yang digelar oleh pelaku usaha udang bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, Banyuwangi, tersebut diawali dengan lomba lari 5K yang diikuti sekitar 300 peserta. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir sekaligus melepas para peserta lomba.
Ipuk menjelaskan, Banyuwangi Shrimp Fiesta menjadi salah satu sarana untuk mengampanyekan potensi udang yang dimiliki Banyuwangi. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun pemahaman masyarakat bahwa budidaya udang merupakan salah satu sektor penting dalam menopang perekonomian daerah.
Menurutnya, pengembangan komoditas tersebut harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Pertumbuhan sektor ekonomi, kata Ipuk, tidak seharusnya mengabaikan kelestarian ekosistem.
“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Kami ingin menjadikan budidaya yang berkelanjutan sebagai bagian dari cara Banyuwangi membangun sektor perikanan ke depan,” kata Ipuk.
Ipuk juga memberikan apresiasi atas terbentuknya Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi. Tim tersebut diharapkan mampu menjadi model tata kelola budidaya udang yang menggabungkan kepentingan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan Banyuwangi. Kami berharap ini menjadi contoh bagaimana budidaya bisa berkembang bersama dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ipuk.
Potensi udang Banyuwangi juga telah menjangkau pasar internasional. Tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, komoditas tersebut dikirim ke berbagai negara melalui enam perusahaan eksportir sekaligus cold storage yang beroperasi di Banyuwangi.
Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menerangkan bahwa peluang pasar ekspor udang Banyuwangi masih cukup besar. Beberapa negara tujuan ekspor di antaranya Amerika Serikat, Jepang, China, serta sejumlah negara di kawasan Eropa.
“Ada enam perusahaan ekspor udang. Pasarnya antara lain Amerika, Jepang, China, hingga Eropa,” terang Suryono.
Menurut Suryono, keberlanjutan menjadi aspek penting dalam pengembangan usaha budidaya udang. Karena itu, Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dibentuk untuk mendorong tata kelola yang dapat menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi daerah dan kelestarian ekosistem pesisir,” kata Suryono.
Selain menjadi ruang promosi komoditas perikanan, Shrimp Fiesta juga dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, UMKM, dan pelaku usaha. Agenda tersebut meliputi Chef Challenge berbahan dasar udang, lomba penyajian masakan udang, edukasi kandungan gizi udang, hingga business corner.
Sebanyak 28 warung rakyat dan pelaku UMKM ambil bagian dalam lomba memasak. Acara tersebut juga diramaikan dengan kegiatan masak besar bersama chef dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Ipuk berharap Shrimp Fiesta dapat memberikan dampak lebih luas, bukan hanya dalam memperkenalkan potensi udang Banyuwangi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan, termasuk udang.
“Kegiatan ini diharapkan turut mengenalkan potensi komoditas udang kepada masyarakat. Mudah-mudahan melalui Shrimp Fiesta ini dapat meningkatkan konsumsi ikan masyarakat kita, khususnya udang,” terang Ipuk.
Suryono menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat pasar domestik bagi produk perikanan Banyuwangi, terutama udang vaname yang dibudidayakan secara lokal.
“Ini seiring dengan konsumsi udang masyarakat Banyuwangi yang mulai menunjukkan peningkatan. Kita ingin mengedukasi warga bahwa udang tidak selalu identik dengan makanan mahal,” pungkasnya. (tim)
