Pedagang BHSC Pilih Tutup Sementara Selama Gladi Bersih dan Upacara 17 Agustus

44IMG-20260813-WA0005_1

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Blambangan Heritage Street Community (BHSC) memutuskan menghentikan sementara aktivitas para pedagang di kawasan Taman Blambangan saat gladi bersih pada 16 Agustus dan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus mendukung kelancaran rangkaian kegiatan kenegaraan agar berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.

Ketua BHSC, Agus Irawan, menjelaskan bahwa seluruh pedagang memahami pentingnya memberikan ruang bagi pemerintah, aparat keamanan, serta peserta upacara untuk melaksanakan gladi bersih maupun upacara tanpa terganggu aktivitas perdagangan.

“Kami mungkin tidak ikut berjuang mengangkat senjata seperti para pahlawan dahulu. Tetapi kami bisa menunjukkan rasa hormat kepada perjuangan mereka dengan berhenti sejenak dari aktivitas berdagang. Rezeki masih bisa dicari keesokan harinya, sedangkan menghormati Hari Kemerdekaan adalah tanggung jawab kita sebagai bangsa Indonesia,” kata Agus Irawan.

Ia menegaskan, keputusan tersebut lahir dari kesadaran bersama seluruh anggota BHSC, bukan semata-mata karena adanya penataan kawasan oleh pemerintah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pedagang kaki lima juga memiliki rasa nasionalisme. Ketika negara menyelenggarakan upacara kenegaraan, sudah sepatutnya kami ikut menjaga kekhidmatan acara dengan tidak berjualan di kawasan upacara,” jelasnya.

Menurut Agus, pelaksanaan gladi bersih maupun upacara membutuhkan area yang tertib dan steril sehingga mobilitas petugas, peserta upacara, Paskibraka, TNI, Polri, hingga tamu undangan dapat berjalan lancar.

“Kalau kawasan dipenuhi aktivitas jual beli, tentu akan mengganggu kelancaran kegiatan. Karena itu kami mendukung langkah penataan yang dilakukan pemerintah selama masih bersifat sementara dan hanya untuk kepentingan upacara,” terangnya.

Selama ini BHSC dikenal sebagai paguyuban yang mewadahi pelaku UMKM dan berbagai komunitas di kawasan Taman Blambangan. Organisasi tersebut juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah maupun masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman, tertib, nyaman, dan produktif.

Agus berharap sikap yang ditunjukkan para pedagang BHSC dapat menjadi teladan bahwa kecintaan terhadap tanah air tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga lewat tindakan nyata.

“Kemerdekaan memberi kesempatan kepada kami untuk mencari nafkah dengan aman dan bebas. Karena itu, satu atau dua hari berhenti berdagang demi menghormati Merah Putih bukanlah kerugian, melainkan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan,” ucap Agus.

Di akhir keterangannya, Agus mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.

“Marilah kita rayakan kemerdekaan dengan cara yang bermartabat. Hormati upacara, hormati bendera Merah Putih, dan hormati jasa para pahlawan. Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dimulai dari kesadaran kita menghargai nilai-nilai kemerdekaan,” pungkasnya. (tim)