Milad ke-49 BKPRMI Banyuwangi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian kepada Guru Ngaji
BANYUWANGI — Peringatan Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Kabupaten Banyuwangi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Tidak sekadar menjadi momentum syukuran perjalanan organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi para guru ngaji melalui Pelatihan Teknik Berkisah.
Kegiatan yang digelar pada hari Minggu, 13-09-2026 bertempat di Gedung Pramuka Kabupaten Banyuwangi itu dihadiri jajaran pengurus inti DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi serta sejumlah ustadz dan ustadzah guru ngaji. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara DPD BKPRMI Banyuwangi dan YDSF Banyuwangi.
Yang menarik, pelatihan menghadirkan pendongeng nasional asal Yogyakarta, Bambang Bimo Suryono atau Kak Bimo, yang dikenal sebagai pendongeng nasional dan pemegang dua rekor MURI.
Kehadiran Kak Bimo memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Milad. Para peserta diajak mengenal teknik berkisah yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya ketika menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak.
Bagi guru ngaji, kemampuan menyampaikan materi dengan cara yang menarik menjadi hal penting. Cerita yang dikemas dengan baik tidak hanya membuat anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga dapat menjadikan proses belajar Al-Qur’an dan pendidikan agama terasa lebih menyenangkan.
Ketua BKPRMI Apresiasi Kepedulian YDSF
Ketua Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, H. Mujiono, S.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian YDSF Banyuwangi terhadap BKPRMI dan para guru ngaji.
Ia menyampaikan terima kasih kepada YDSF Banyuwangi yang telah ikut memberikan perhatian kepada BKPRMI, khususnya kepada para guru ngaji melalui kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada YDSF Banyuwangi yang peduli kepada BKPRMI khususnya dan kepada guru-guru ngaji dengan mengadakan kegiatan ini,” ujar H. Mujiono.
Menurutnya, kolaborasi semacam ini menjadi hal positif karena guru ngaji tidak hanya membutuhkan dukungan secara moral, tetapi juga perlu mendapatkan ruang untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mendidik generasi.
Pelatihan Teknik Berkisah yang menghadirkan Kak Bimo menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap peningkatan kapasitas guru ngaji agar semakin kreatif dalam menyampaikan pembelajaran kepada para santri.
YDSF Berikan Cinderamata untuk BKPRMI
Tidak hanya menghadirkan pelatihan, YDSF Banyuwangi juga memberikan cinderamata kepada DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi dalam rangkaian Milad tersebut, berupa Mushaf Al-Qur’an dan kopi produk UMKM binaan YDSF yang diberikan langsung oleh Kepala Cabang YDSF Banyuwangi, Yulia Arishandi, kepada Ketua Umum DPD BKPRMI.
Pemberian Mushaf Al-Qur’an menjadi simbol dukungan terhadap gerakan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas BKPRMI. Sementara produk kopi UMKM binaan YDSF menunjukkan adanya perhatian terhadap aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Milad, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi guru ngaji, santri, dan masyarakat Banyuwangi.
Peserta: Semoga BKPRMI Semakin Bermanfaat
Antusiasme juga terlihat dari para peserta yang mengikuti pelatihan. Salah satunya datang dari Ustadzah Al Qomar Banyuwangi, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-49 BKPRMI sekaligus menyampaikan harapan agar organisasi tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Selamat Milad kepada BKPRMI, semoga ke depan lebih baik dan lebih bermanfaat lagi bagi umat dan guru ngaji,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa keberadaan BKPRMI tidak hanya diharapkan aktif dalam menjalankan roda organisasi, tetapi juga semakin hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi para guru ngaji sebagai salah satu ujung tombak pendidikan keagamaan.
Potong Tumpeng Jadi Penanda Milad
Rangkaian kegiatan kemudian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan BKPRMI yang telah memasuki usia ke-49. Sekretaris Umum DPD BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, Miftakhul Khoiri, S.Pd., melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Ketua Umum DPD BKPRMI Banyuwangi, H. Mujiono, S.H.
Potong tumpeng tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus semangat untuk melanjutkan pengabdian organisasi. Memasuki usia ke-49, BKPRMI Banyuwangi diharapkan semakin mampu memperkuat perannya dalam pembinaan pemuda dan remaja masjid serta mendukung para guru ngaji dalam mencetak generasi Qur’ani.
Peringatan Milad kali ini pun menjadi pesan bahwa perjalanan BKPRMI tidak hanya tentang bertambahnya usia organisasi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan lebih banyak manfaat bagi umat, guru ngaji, santri, dan masyarakat melalui kolaborasi dan kegiatan yang berkelanjutan.(Tim)
