Stabilitas Keamanan Dinilai Penting untuk Menjaga Iklim Investasi

IMG-20260912-WA0029

BEKASI (AktualLine.com)–Stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memastikan kegiatan usaha dapat berlangsung secara berkelanjutan. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut diikuti sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan yang berada di kawasan industri MM2100 dan sekitarnya.

Kapolri menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi tujuan investasi. Selain kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga memiliki pasar domestik yang luas. Potensi tersebut, kata dia, perlu didukung iklim usaha yang sehat dan kepastian hukum.

“Satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana iklim investasi tetap kondusif. Stabilitas kamtibmas dan keamanan menjadi syarat utama,” ujar Kapolri.

Menurutnya, situasi keamanan yang terjaga memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Pengusaha dan investor memperoleh rasa aman, sementara perusahaan dapat mempertahankan kegiatan operasional dan keberadaan lapangan pekerjaan bagi pekerja.

Upaya menjaga kondisi tersebut juga berkaitan dengan agenda pemerintah dalam mendorong hilirisasi di sejumlah sektor strategis, seperti mineral, energi, pangan, dan manufaktur. Hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Kapolri memastikan kepolisian akan terus mengambil bagian dalam menjaga keamanan agar aktivitas investasi maupun kegiatan perusahaan dapat berjalan secara baik.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” kata Kapolri.

Ia juga meminta dunia usaha segera menyampaikan laporan kepada kepolisian apabila masih menemukan praktik pungutan liar, premanisme, atau bentuk kejahatan lain yang berpotensi mengganggu aktivitas perusahaan.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” tegas Kapolri.

Di luar aspek keamanan, hubungan industrial yang harmonis juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan usaha. Perselisihan antara perusahaan dan pekerja diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, dialog, serta musyawarah.

Kapolri juga mengingatkan perusahaan untuk menempatkan pekerja sebagai mitra dan aset strategis, menaati peraturan yang berlaku, serta memenuhi hak-hak pekerja. Sementara itu, pekerja didorong terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan etos kerja untuk mendukung perkembangan perusahaan.

Kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan stabilitas keamanan, lanjutnya, merupakan tiga unsur yang perlu dijaga secara berimbang.

“Dengan semangat persatuan, kemitraan, saling menghormati, dan gotong royong, mari kita wujudkan dunia usaha yang maju, pekerja yang semakin sejahtera, dan stabilitas kamtibmas yang terjaga,” pungkas Kapolri. (tim)