KAI Logistik Pilih Banyuwangi untuk Buka Layanan Angkutan Ternak dan Hasil Pertanian

IMG-20260913-WA0023

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Rencana pembukaan layanan angkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Layanan baru yang disiapkan PT KAI Logistik tersebut dinilai dapat memperluas akses pasar bagi komoditas pertanian dan peternakan daerah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas rencana layanan tersebut. Menurutnya, keberadaan layanan ini membuka peluang bagi produk pertanian dan peternakan Banyuwangi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi, menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Sabtu (12/9/2026).

Ipuk menambahkan, pengiriman ternak dan hasil pertanian melalui kereta api juga dapat memberikan keuntungan dari sisi waktu. Moda tersebut dinilai lebih cepat dan tepat waktu dibandingkan pengiriman menggunakan transportasi darat.

“Dengan kereta api jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” jelas Ipuk.

Layanan tersebut rencananya mulai beroperasi pada akhir September 2026 dengan Banyuwangi sebagai titik awal pengiriman menuju Jakarta. Dua stasiun disiapkan sebagai lokasi pemuatan, yakni Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu.

Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal mengatakan, angkutan ternak dan hasil pertanian menggunakan kereta api sebenarnya pernah eksis pada era 1960-an hingga awal 2000-an. Namun, layanan tersebut kemudian sempat berhenti.

Saat ini, KAI Logistik berupaya menghidupkan kembali angkutan tersebut untuk memperlancar distribusi ternak dan hasil pertanian dari daerah penghasil menuju pusat permintaan.

“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.

“Kami pilih Banyuwangi karena potensinya memang besar. Komoditasnya beragam, populasi sapinya juga banyak,” imbuhnya.

Menurut Broer, layanan tersebut menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman maksimal 26 jam. Waktu tempuh itu dinilai lebih singkat dibandingkan moda transportasi darat yang menghadapi berbagai kondisi perjalanan.

“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” terang Broer.

Pengiriman nantinya menggunakan gerbong khusus hasil modifikasi kontainer yang telah disesuaikan untuk mengangkut komoditas dalam jumlah besar.

“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabe, dan sebagainya,” kata dia.

Dalam layanan tersebut, KAI Logistik menggandeng PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) sebagai mitra kerja. Bogantara bertugas menangani teknis di lapangan, mulai dari pengumpulan dan penjemputan komoditas dari pelanggan, pengemasan, pemuatan ke gerbong, hingga pengantaran kepada konsumen. (tim)