Pasar Banyuwangi Resmi Beroperasi, 560 Pedagang Mulai Kembali Berjualan
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pasar Banyuwangi kembali beroperasi setelah revitalisasi selesai. Mulai Kamis (1/10/2026), para pedagang secara bertahap menempati lapak baru dan kembali berjualan untuk melayani pembeli.
Pengoperasian kembali pasar tersebut ditandai dengan tasyakuran yang dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama ratusan pedagang. Dalam kesempatan itu, Ipuk mengapresiasi kesabaran dan kerja sama para pedagang selama proses revitalisasi hingga mereka dapat kembali berjualan.
“Selamat datang kembali di Pasar Banyuwangi. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesabaran dan kerjasama bapak ibu sekalian dalam menjalani dan menunggu proses pembangunan pasar. Terima kasih juga telah tertib mengikuti proses relokasi hingga hari ini kembali berjualan,” kata Bupati Ipuk saat tasyakuran.
Ipuk juga mengajak para pedagang menjaga kebersihan dan kenyamanan pasar. Pasar Banyuwangi tidak hanya disiapkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, tetapi juga diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata ikonik di pusat kota Banyuwangi.
“Pasar ini telah dibangun dengan konsep baru yang lebih modern, rapi dan nyaman. Mari kita jaga kebersihan dan kerapian semua fasilitasnya. Agar pembeli semakin betah untuk berbelanja dan menjadi daya tarik wisata baru di pusat kota Banyuwangi,” ajak Ipuk.
Pasar Banyuwangi kini memiliki bangunan dua lantai dengan perpaduan konsep modern dan arsitektur heritage. Bentuk asli bangunan cagar budaya tetap dipertahankan, sekaligus mengadopsi desain rumah tradisional Banyuwangi.
Revitalisasi tersebut juga terkoneksi dengan Asrama Inggrisan yang merupakan bangunan bersejarah dan berada di kawasan yang berdampingan dengan pasar. Keduanya dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang memadukan aktivitas ekonomi rakyat dengan destinasi wisata heritage dan edukasi.
Salah satu pedagang, Amania (65), mengaku senang dapat kembali berjualan di Pasar Banyuwangi. Pedagang bumbu dapur dan sayuran tersebut telah berjualan di pasar itu sejak 1983. Selama proses pembangunan, ia bersama pedagang lainnya berjualan di lokasi relokasi Gedung Wanita yang berada tidak jauh dari Pasar Banyuwangi.
“Alhamdulillah sudah bisa jualan lagi di sini, saya sudah sejak tahun 1983 berjualan di pasar ini. Semoga pasar yang baru ini bisa kembali ramai pembelinya,” harap Amania.
Pedagang lainnya, Ali Imran, juga mulai menempati lapak khusus untuk berjualan daging sapi. Blok daging tersebut dilengkapi fasilitas sanitasi dan saluran air bersih.
“Tempatnya bersih, dan lebih terang. Insyaallah saya dan teman-teman akan ikut menjaga kebersihan tempat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi Heni Sugiharti mengatakan, pengoperasian tahap awal Pasar Banyuwangi diikuti 560 pedagang. Sebagian pedagang sudah mulai berjualan, sedangkan lainnya masih memindahkan barang dari pasar sementara.
“Sesuai kesepakatan bersama, pasar mulai beroperasi pada hari ini. Untuk tahap pertama, ada 560 pedagang yang memasuki lapak masing-masing, saat ini sebagian sudah berjualan dan ada yang masih memindahkan barang dagangannya dari pasar sementara,” ujar Heni.
Setelah tahap pertama selesai, Pemkab Banyuwangi akan melakukan verifikasi dan validasi untuk mengatur penempatan pedagang berikutnya. Pedagang yang belum mendapatkan lapak akan diupayakan dapat terakomodasi dengan ruang yang tersedia dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
“Kalau 560 itu kita harapkan dalam satu minggu ke depan ini semua pedagang sudah pindah ke Pasar Banyuwangi,” kata Heni. (tim)
