Ali Nurfatoni Soroti Empat Kandidat Ketua PWI Banyuwangi dari Sisi Unik Nama Panggilan

1790943901983

Ali Nurfatoni

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi dijadwalkan berlangsung Sabtu, 3 Oktober 2026. Empat wartawan senior telah dinyatakan lolos verifikasi sebagai kandidat ketua, yakni Gatot Himawan, Sandi Sumarsono, Hariyadi, dan Dedy Jumhardiyanto.

Keempat kandidat tersebut memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik dengan latar belakang media dan bidang liputan yang berbeda. Pemilihan ketua baru ini nantinya akan menentukan sosok yang memimpin PWI Banyuwangi untuk periode berikutnya.

Mantan wartawan Radar Banyuwangi, Ali Nurfatoni, turut mencermati dinamika menjelang Konfercab tersebut. Toni, sapaan akrabnya, mengaku memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat empat kandidat yang akan berkontestasi.

Toni mengatakan, pengamatannya tidak didasarkan pada riset, pola pengumpulan data, jumlah pemilih, geliat kampanye maupun pemetaan dukungan. Ia justru mencoba melihatnya dari sisi yang menurutnya sederhana, yakni identitas nama panggilan para kandidat.

“Secara logika, memang tidak ada kaitan langsung antara ejaan nama dengan dinamika memimpin organisasi seperti PWI. Tetapi suka tidak suka, mau tidak mau, saya melihat ada pola nama yang identik dengan akhiran i atau o,” kata Toni, Jumat (2/10/2026).

Dari empat nama tersebut, Toni kemudian menguraikan latar belakang masing-masing kandidat. Gatot Himawan, menurut dia, sebelumnya dipercaya menjadi sekretaris PWI Banyuwangi pada periode kepemimpinan Budi Wirianto.

Sementara Sandi Sumarsono dikenal sebagai wartawan RRI yang banyak berkecimpung dalam peliputan olahraga. Adapun Hariyadi merupakan wartawan yang aktif melakukan peliputan di Press Room DPRD Banyuwangi melalui portal medianya, kabarrakyat.id.

Sedangkan Dedy Jumhardiyanto disebut memiliki perjalanan jurnalistik yang cukup panjang. Ia mengawali karier dari Radio Sritanjung, kemudian berkiprah sebagai wartawan media cetak dan online Radar Banyuwangi, hingga melanjutkan aktivitas jurnalistiknya di Radio Bintang Tenggara.

Menurut Toni, jika dilihat semata-mata dari pola akhiran nama panggilan yang ia gunakan sebagai bahan pencermatan, terdapat tiga nama yang memiliki pola tersebut, yakni Sandi, Hariyadi dan Dedy. Ia menyebut pola itu sebagai bagian dari pengamatan subjektif yang tidak berkaitan dengan kapasitas maupun kompetensi para kandidat.

“Ini memang misteri dan sangat subjektif. Saya hanya mencermati nama panggilan. Bukan berarti nama seseorang menentukan kapasitasnya untuk memimpin organisasi,” jelas Toni.

Ia juga mengaitkan pencermatannya dengan nama Ketua PWI Banyuwangi saat ini, Budi Wirianto, yang menurutnya memiliki pola akhiran o.

“Teman-teman wartawan melalui WhatsApp meminta, ‘Cak, buatkan prediksi empat calon ketua PWI, pelaksanaan hari Sabtu.’ Saya jawab, wah saya tidak paham perkembangan. Tapi akhirnya saya mencoba melihatnya berdasarkan pencermatan dan faktor alam,” ungkapnya.

Toni menegaskan, pendapatannya merupakan pandangan subjektif pribadi menjelang pelaksanaan Konfercab PWI Banyuwangi. Keputusan mengenai siapa yang terpilih tetap berada pada mekanisme Konfercab dan para pemilik hak suara. (tim)