Kapolres Jember Bagikan Es Krim dan Cokelat Saat Operasi Patuh Semeru 2026

IMG-20261026-WA0062-768x512

JEMBER (AktualLine.com)–Kapolres Jember AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H., mengawali Operasi Patuh Semeru 2026 dengan pendekatan humanis. Salah satunya melalui kegiatan menyapa pengendara dan membagikan es krim serta cokelat kepada anak-anak yang ikut dalam perjalanan. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Mapolres Jember, Jalan Kartini Nomor 17, Kecamatan Kaliwates, Senin (26/10/2026).

Selain membagikan hadiah kepada pengguna jalan yang tertib, petugas juga menempelkan stiker pada kendaraan serta membagikan brosur berisi imbauan keselamatan berlalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan saat berkendara.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Jember berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi tilang. Lebih dari itu, ketertiban di jalan merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin menjelaskan, Operasi Patuh Semeru 2026 mengutamakan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Meski demikian, penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memastikan surat-surat kendaraan lengkap. Pengendara juga diharapkan saling menghormati, bersabar, dan mampu mengendalikan emosi ketika berada di jalan.

Kapolres turut mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan dengan mengingat keluarga yang menanti di rumah.

“Harapan saya, masyarakat Jember semakin bijak saat berkendara. Saling mengalah, saling menjaga, dan jangan mudah terpancing emosi. Ingat, ada istri, anak, dan keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat,” pesannya.

Operasi Patuh Semeru 2026 dilaksanakan mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Jember mengajak seluruh pengguna jalan membiasakan perilaku tertib dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Dengan demikian, keselamatan berlalu lintas diharapkan tidak hanya menjadi perhatian selama operasi berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari. Sebab, perjalanan yang tertib dan aman menjadi salah satu cara menjaga diri agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga. (tim)