Lakpesdam Banyuwangi Matangkan Instrumen Profiling Warga NU

file_00000000467482119f2c6778b78341be_1

Foto: ilustrasi rapat via daring

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Banyuwangi terus memproses profiling warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu tahapan yang dilakukan adalah meninjau dan menyempurnakan instrumen kuesioner yang akan digunakan untuk menghimpun data jamaah.

Pembahasan tersebut dilaksanakan melalui rapat koordinasi secara daring menggunakan Zoom Meeting pada Sabtu malam (17/10/2026). Rapat yang diikuti tim penyusun profiling ini secara khusus membahas peninjauan, telaah kritis, dan penyempurnaan formulir instrumen kuesioner Profiling Jamaah NU Kabupaten Banyuwangi yang dipaparkan oleh tim penyusun.

Ketua Tim Profiling, Haris Kunaifi yang akrab disapa Kukun, mengatakan penyusunan instrumen kuesioner menjadi tahapan penting untuk memastikan proses pendataan berjalan sesuai tujuan.

“Instrumen kuesioner ini perlu kita telaah secara cermat. Setiap bagian harus diperiksa agar pertanyaan yang disusun jelas, relevan, dan mampu membantu menggambarkan kondisi jamaah NU di Kabupaten Banyuwangi,” ujar Kukun.

Ia menjelaskan, pembahasan dilakukan dengan memeriksa setiap bagian kuesioner, termasuk kesesuaian isi pertanyaan dengan kebutuhan profiling. Penyempurnaan tersebut diharapkan menghasilkan instrumen yang lebih terarah sehingga dapat mendukung proses penghimpunan data secara sistematis.

Ketua Lakpesdam PCNU Banyuwangi, Purnomo, menambahkan bahwa profiling jamaah merupakan salah satu upaya untuk memahami kondisi warga NU secara lebih menyeluruh. Data yang dihimpun nantinya diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah program organisasi.

“Melalui profiling ini, kita berharap memiliki gambaran yang lebih baik mengenai kondisi jamaah NU di Banyuwangi. Data tersebut penting sebagai bahan untuk memahami kebutuhan warga dan merumuskan program yang relevan,” kata Purnomo.

Rapat koordinasi khusus tim penyusun tersebut menjadi bagian dari proses pematangan instrumen sebelum digunakan dalam tahapan profiling berikutnya. Penyempurnaan kuesioner diharapkan dapat mendukung tersedianya data warga NU yang lebih tertata dan bermanfaat bagi pengembangan jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Banyuwangi. (tim)