Banyuwangi Berangkatkan Lima Kloter Jemaah Haji Tahun 2026

IMG-20260513-WA0018

BANYUWANGI (AktualLine.com)– Sebanyak 1.312 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Banyuwangi tahun 2026 diberangkatkan menuju Tanah Suci dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa malam (12/5/2026).

Pada pemberangkatan tahap pertama, sebanyak 752 jemaah yang tergabung dalam kloter 82 dan 83 diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Selanjutnya, kloter 84 dan 85 dengan total 550 jemaah dijadwalkan berangkat pada malam hari. Sementara delapan jemaah yang masuk kloter 71 telah lebih dulu diberangkatkan.

Dalam sambutannya, Ipuk mendoakan seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Banyuwangi sebagai haji yang mabrur.

“Alhamdulillah Bapak/Ibu akan berangkat beribadah ke tanah suci memenuhi panggilan Allah SWT. Kami doakan ibadah yang dijalankan lancar, selamat hingga kembali menjadi haji yang mabrur,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga menitipkan doa untuk Banyuwangi agar selalu dalam keadaan aman dan dijauhkan dari berbagai bencana.

“Kami berharap bapak ibuk semua berkenan mendoakan kebaikan untuk Banyuwangi, agar Banyuwangi diberikan keamanan, kenyamanan serta dijauhkan dari segala macam bencana dan bahaya,” lanjutnya.

Ia menambahkan, para jemaah juga membawa nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Arab Saudi.

“Karena bapak/ibu bukan hanya menjadi jemaah haji tapi juga duta bagi Indonesia dan juga Banyuwangi khususnya sehingga setiap sikap dan perilaku kita akan mencerminkan negara dan daerah asal,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Junaidi, menerangkan bahwa para jemaah akan beristirahat sekitar 20 jam di embarkasi Surabaya sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Mereka akan beristirahat sekitar 20 jam dan akan diberangkatkan menuju tanah suci besok pagi. Prosesi haji akan berlangsung selama 40 hari,” terangnya.

Dari total jemaah asal Banyuwangi, sebanyak 503 orang merupakan lanjut usia (lansia) berusia di atas 65 tahun. Selain itu terdapat 144 jemaah kategori risiko tinggi. Jemaah tertua tercatat berusia 103 tahun, sedangkan termuda berusia 18 tahun.

Rif’an menyebut, jemaah prioritas seperti lansia, risiko tinggi, dan difabel telah didata untuk mendapatkan layanan khusus, termasuk mengikuti program Murur.

“Untuk jamaah prioritas yakni lansia, risti dan juga difabel Banyuwangi sudah terdata, nantinya akan ada fasilitasi dan layanan lebih dibanding jamaah lainnya salah satunya mengikuti program Murur,” ujarnya.

Program Murur merupakan skema pelayanan haji di mana jemaah hanya melintas di kawasan Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan saat puncak musim haji. Skema ini diterapkan agar jemaah prioritas terhindar dari kepadatan.

“Dengan demikian jamaah prioritas terhindar dari kepadatan, dan bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan kesehatannya terjaga,” tambah Rif’an. (tim)