Cherie dan Vivianne Wangsa Ukir Prestasi di Malaysia, Bawa Nama Banyuwangi ke Panggung Musik Internasional

IMG-20260601-WA0029

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Dua talenta muda asal Banyuwangi, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kakak beradik tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang digelar di Johor, Malaysia.

Kompetisi tersebut merupakan babak final internasional yang mempertemukan para juara dari berbagai negara. Sebelum tampil di Malaysia, para peserta terlebih dahulu harus lolos seleksi nasional melalui Indonesia Winter Music Festival.

Dalam ajang itu, Cherie Callista Wangsa sukses meraih gelar Champion Aged 19 and Above. Mahasiswi semester 4 Universitas Surabaya (Ubaya) sekaligus alumni SMAK Hikmah Mandala Banyuwangi tersebut juga memperoleh predikat Best Highest Score atau peraih nilai tertinggi pertama dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi.

Sementara itu, sang adik, Vivianne Vernetta Wangsa, yang saat ini duduk di bangku kelas 7 SMPK Santo Yusup Banyuwangi dan merupakan alumni SDK Bhakti Rogojampi, berhasil meraih Champion Aged 13–15 peringkat ketiga. Vivianne juga menempati posisi ketiga dalam kategori Best Highest Score, yakni peringkat ketiga nilai tertinggi dari seluruh peserta lintas kategori.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena keduanya mampu masuk jajaran tiga besar peraih nilai tertinggi dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai negara dan berbagai cabang musik.

Putri pasangan Mindarto dan Jeanny Margareth itu memang telah memiliki pengalaman tampil di ajang internasional. Pada tahun 2024, keduanya mengikuti Asia Championship di Bangkok, Thailand, dan masing-masing meraih dua penghargaan, yakni Elite Gold/Champion serta Gold Medalist. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding di level internasional.

Jeanny Margareth menjelaskan bahwa keberhasilan yang diraih kedua putrinya merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh disiplin dan kerja keras.

“Anak-anak sudah terbiasa menjalani latihan secara rutin. Banyak waktu bermain dan liburan yang harus dikorbankan untuk persiapan lomba. Bahkan, mereka sering tetap berlatih di tengah kesibukan sekolah maupun kuliah,” katanya.

Menurut Jeanny, tantangan terbesar dalam kompetisi internasional tidak hanya saat tampil di atas panggung, tetapi juga selama proses persiapan yang harus dijalani.

“Yang paling berat sebenarnya bukan saat tampil di atas panggung, tetapi proses panjang sebelum itu. Mereka harus belajar mengatasi rasa gugup, menjaga konsistensi latihan, dan terus bangkit setiap kali menghadapi kegagalan atau hasil yang belum sesuai harapan,” jelasnya.

Selain aktif mengikuti kompetisi, Cherie dan Vivianne juga terus mengembangkan kemampuan bermusik melalui platform digital. Cherie rutin membagikan karya dan penampilannya melalui kanal YouTube Cherie Callista, sedangkan Vivianne aktif menampilkan berbagai penampilan musik melalui kanal pribadinya, Vivianne Wang.

Jeanny mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih kedua putrinya. Menurutnya, penghargaan yang diperoleh bukanlah tujuan utama, melainkan hasil dari proses yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.

“Kami bersyukur atas prestasi ini. Yang paling membanggakan adalah melihat mereka belajar tentang kerja keras, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Juara adalah bonus dari proses panjang yang mereka jalani,” ungkapnya.

Prestasi Cherie dan Vivianne menjadi bukti bahwa generasi muda Banyuwangi memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat dunia. Keberhasilan tersebut tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga turut mengharumkan nama Banyuwangi dan Indonesia di kancah musik internasional. (tim)