Hariyadi Terpilih Pimpin PWI Banyuwangi 2026–2029, Bawa Agenda Penguatan Profesi

IMG-20261004-WA0030

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Hariyadi resmi dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2029 setelah meraih 21 suara dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Banyuwangi di Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center, Sabtu (3/10/2026).

Dalam pemilihan tersebut, Deddy Jumhardiyanto memperoleh 12 suara, sedangkan Gatut Imawan Herusustyo meraih 6 suara. Hasil itu menempatkan Hariyadi sebagai peraih suara terbanyak sekaligus ketua terpilih PWI Banyuwangi untuk periode tiga tahun ke depan.

Kepengurusan baru PWI Banyuwangi kemudian dilantik oleh Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim. Prosesi tersebut disaksikan Sekretaris Daerah Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, jajaran Forkopimda, serta sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dan organisasi pers.

Dalam kepengurusan periode 2026–2029, Hariyadi akan didampingi Bagus Rio Rohman sebagai Sekretaris PWI Banyuwangi dan Suhaili (Ilex) sebagai bendahara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banyuwangi Syamsul Arifin serta Koordinator Wilayah Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banyuwangi Ikhwan Muhammad.

Setelah terpilih, Hariyadi memaparkan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian kepengurusannya. Salah satunya memperkuat organisasi agar tetap mampu menjawab perubahan industri media yang berlangsung seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia menilai perubahan pola masyarakat dalam memperoleh dan mengonsumsi informasi membawa tantangan tersendiri bagi wartawan. Kondisi tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kredibilitas, independensi, kompetensi, sekaligus kesejahteraan profesi wartawan.

“PWI harus diposisikan kembali sebagai rumah besar yang nyaman bagi seluruh wartawan anggota PWI. Tempat di mana perlindungan hukum ditegakkan, kompetensi diasah secara berkala, dan integritas dijunjung tinggi,” kata Hariyadi.

Visi yang dibawa Hariyadi adalah menjadikan PWI Banyuwangi sebagai organisasi profesi yang kuat, profesional, bermartabat, dan berdaya saing.

Untuk mewujudkan visi tersebut, kepengurusan baru akan memberi perhatian terhadap penguatan kebersamaan internal dan transparansi organisasi. Peningkatan kapasitas wartawan juga menjadi bagian dari agenda melalui pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi serta dinamika ekosistem media.

Hariyadi juga menegaskan pentingnya menjaga integritas dan independensi pers. Dalam menjalankan tugasnya, PWI Banyuwangi akan tetap berpegang pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta peraturan organisasi.

Perlindungan hukum terhadap wartawan yang menghadapi intimidasi maupun persoalan saat menjalankan tugas jurnalistik turut menjadi perhatian dalam kepengurusan tersebut.

Selain penguatan internal, PWI Banyuwangi akan membangun kemitraan dengan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, kerja sama tersebut tetap diarahkan agar tidak mengesampingkan profesionalisme dan independensi pers.

Di sisi lain, kepengurusan baru juga berkomitmen memperjuangkan hak-hak profesional serta kelayakan ekonomi wartawan. Agenda tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi wartawan sekaligus menjaga kualitas kerja jurnalistik.

Dengan terpilihnya Hariyadi, PWI Banyuwangi periode 2026–2029 membawa sejumlah agenda utama, mulai dari penguatan organisasi, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, hingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan industri media. (tim)