Korsda Rogojampi Jalankan Padat Karya Normalisasi Irigasi PU Pengairan, Berdayakan Warga Desil 1 sampai 5
Kegiatan padat karya normalisasi saluran irigasi PU Pengairan di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (23/7/2026)
BANYUWANGI (AktualLine.com)– Koordinator Wilayah Sumber Daya Air (Korsda) Rogojampi melaksanakan kegiatan padat karya di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (23/7/2026). Program yang merupakan bagian dari kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat miskin, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam percepatan pengentasan kemiskinan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan padat karya berupa normalisasi saluran irigasi tersebut melibatkan 29 pekerja dan satu orang mandor. Seluruh tenaga kerja berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1 hingga desil 5.
Para pekerja dijadwalkan bekerja selama 15 hari. Mereka difasilitasi berbagai perlengkapan kerja, seperti cangkul, keranjang, sepatu, sarung tangan, serta gerobak dorong untuk menunjang kelancaran pekerjaan di lapangan.
Korsda Rogojampi, Jasmani, mengatakan bahwa pihaknya mendapat amanat dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi untuk melaksanakan satu paket kegiatan padat karya yang dipusatkan di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.
“Pada tahun ini, sesuai amanat dari Dinas PU Pengairan, Korsda Rogojampi melaksanakan satu paket kegiatan padat karya yang ditempatkan di Desa Watukebo. Targetnya adalah normalisasi enam saluran irigasi, yakni Saluran Watukebo 1, 2, dan 3 serta Saluran Tamansari 1, 3, dan 4. Program ini bertujuan memberikan tambahan penghasilan kepada keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5, sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam pengentasan kemiskinan,” ujar Jasmani.
Lebih lanjut, Jasmani menjelaskan, selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, kegiatan normalisasi yang dilakukan dengan cara mengangkat sedimentasi di saluran irigasi secara manual ini, menjadi bentuk keterlibatan langsung warga dalam menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air.
Dengan saluran irigasi yang lebih bersih, distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya.
“Kami berharap program padat karya ini dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga tidak mampu, serta menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi,” pungkas Jasmani.
Sementara itu, mandor kegiatan padat karya, Sayidi, mengapresiasi antusias para pekerja selama mengikuti program tersebut. Mereka bekerja dengan semangat karena menyadari manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa tambahan penghasilan, tetapi juga ikut menjaga saluran irigasi agar tetap berfungsi dengan baik.
“Alhamdulillah, para pekerja sangat bersemangat. Kami berharap pekerjaan normalisasi saluran irigasi ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi petani. Program seperti ini juga sangat membantu masyarakat karena memberikan kesempatan memperoleh tambahan penghasilan,” kata Sayidi.
Ia menambahkan, selama pelaksanaan di lapangan, kegiatan padat karya normalisasi saluran irigasi di Desa Watukebo ini berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh pekerja mengikuti proses pekerjaan sesuai arahan mandor dan jadwal yang telah ditetapkan. (tim)
