Mahasiswa Asal Banyuwangi Raih Juara 3 Dunia CanSat Competition 2026 di Amerika Serikat
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan talenta muda asal Banyuwangi di tingkat internasional. Adam Kandias (21), alumni program Jagoan Digital Banyuwangi angkatan 2023-2024, berhasil membawa nama Indonesia meraih Juara 3 Dunia dalam ajang CanSat Competition 2026 yang berlangsung di Virginia, Amerika Serikat.
Adam yang akrab disapa Dias merupakan mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Ia tergabung dalam tim riset Bamantara EEPISAT yang menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam kompetisi teknologi satelit mini tersebut dan berhasil menembus tiga besar dunia.
CanSat Competition 2026 merupakan kompetisi bergengsi di bidang teknologi kedirgantaraan yang diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan NASA. Ajang yang digelar pada Juni 2026 di Virginia, Amerika Serikat itu diikuti oleh 67 tim dari 21 negara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Adam. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa anak muda Banyuwangi mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
“Kami semua sangat bangga tentunya dengan talenta berbakat seperti Adam Kandias. Ini bisa menjadi inspirasi anak muda lain untuk berprestasi di berbagai sektor,” kata Ipuk, Kamis (18/6/2026).
Perjalanan Dias hingga tampil di panggung internasional salah satunya berawal dari keikutsertaannya dalam program Jagoan Digital saat masih menempuh pendidikan di SMKN 1 Banyuwangi.
“Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini, namun salah satu titik awal perjalanan adalah saat mengikuti program Jagoan Digital yang digagas Pemkab Banyuwangi,” kata pria asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi tersebut.
Dias tercatat mengikuti Jagoan Digital dengan mengembangkan startup bernama “Tambalin”. Dari program itu, ia mendapatkan kesempatan mengikuti Banyuwangi Business Academy (BBA) yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi.
Menurut Dias, pengalaman mengikuti Jagoan Digital memberikan banyak pelajaran yang tidak ia dapatkan di lingkungan sekolah. Ia memperoleh wawasan mengenai pengembangan perangkat lunak, penyelesaian masalah berbasis teknologi, Artificial Intelligence (AI) untuk engineer, hingga kemampuan berbicara di depan publik.
“Program ini memberikan pengalaman terkait bagaimana suatu ide dan inovasi diinisialisasi hingga direalisasikan, serta bagaimana menyampaikan gagasan tersebut di depan publik dengan baik,” jelasnya.
“Melalui Jagoan Digital, saya mendapat pengalaman belajar yang tidak saya temukan di sekolah, terutama mengenai pola pikir untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mencoba hal baru,” ungkapnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Dias melanjutkan pendidikan di PENS dan aktif dalam berbagai kegiatan riset serta pengembangan teknologi. Ia kemudian bergabung dengan tim Bamantara EEPISAT yang berfokus pada pengembangan sistem satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta menjalani rangkaian tahapan selama hampir satu tahun, mulai dari perancangan desain, penyusunan paper teknis, presentasi desain, pengujian sistem, hingga tahap final di Virginia, Amerika Serikat.
Pada tim Bamantara EEPISAT, Dias memiliki peran dalam pengembangan perangkat lunak Ground Control Station (GCS), sistem komunikasi data, serta riset antena untuk menunjang misi satelit mini yang dikembangkan tim.
“Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya Juara 3 Dunia. Saya bersyukur karena perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya hingga mewakili Indonesia di kompetisi internasional dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia,” tuturnya.
Program Jagoan Digital sendiri merupakan salah satu bagian dari ekosistem Jagoan Banyuwangi yang diinisiasi Bupati Ipuk untuk membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan teknologi dan kewirausahaan digital. Program tersebut telah melahirkan ratusan talenta startup, bahkan sejumlah alumninya berhasil bekerja di perusahaan startup nasional seperti Blibli dan Traveloka.
Selain itu, alumni Jagoan Digital juga menorehkan berbagai prestasi nasional, mulai dari masuk Top 3 Artificial Intelligence Huawei, Top 10 Wirausaha Kementerian Pemuda dan Olahraga, hingga memperoleh beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan di Columbia University. (tim)
