JMSI Banyuwangi Buka Ruang Kolaborasi, Perusahaan Pers Lokal Diajak Bergabung

IMG-20260805-WA0082

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Baru sepekan setelah dilantik, Pengurus Cabang Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banyuwangi mulai aktif memperkenalkan organisasi perusahaan pers tersebut kepada para pelaku media di daerah. Sosialisasi dilakukan sekaligus untuk mengajak perusahaan pers yang memenuhi persyaratan menjadi bagian dari JMSI.

Ketua Pengcab JMSI Banyuwangi, Subahrodin Yusuf, bersama Sekretaris Dedi Jumhardiyanto menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam talkshow di Radio Suara Banyuwangi, Rabu (5/8/2026). Dialog yang dipandu Rendra Prasetyo tersebut membahas keberadaan serta peran JMSI sebagai organisasi perusahaan pers.

Dalam kesempatan itu, Subahrodin Yusuf mengatakan JMSI Banyuwangi terbuka bagi seluruh perusahaan pers yang memenuhi ketentuan. Menurutnya, Radio Suara Banyuwangi juga dapat bergabung apabila memiliki portal media berbasis website yang dikelola sesuai aturan Dewan Pers.

“Syarat wajibnya harus berbadan hukum pers, silahkan mendaftar sebagai anggota JMSI,” kata pria yang akrab disapa Udin.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini masih ada anggapan yang menyamakan JMSI dengan organisasi profesi wartawan. Padahal, kata dia, JMSI memiliki ruang lingkup yang berbeda karena menghimpun perusahaan pers, bukan individu wartawan.

“JMSI Banyuwangi tidak sama dengan PWI, AJI maupun IJTI. JMSI adalah organisasi perusahaan pers, kalau PWI, AJI dan IJTI merupakan organisasi profesi yang mengatur tentang personal wartawannya,” jelas Udin didampingi Sekretaris JMSI Banyuwangi, Dedi Jumhardiyanto.

Meski demikian, lanjutnya, wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi seperti PWI, AJI, maupun IJTI tetap dapat menjadi anggota JMSI apabila memiliki perusahaan media yang telah memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Dedi Jumhardiyanto menilai JMSI menjadi wadah bagi para pemilik perusahaan pers untuk saling bertukar pengalaman, memperluas jaringan, serta memperoleh berbagai informasi yang dapat mendukung pengembangan usaha media.

“Lewat JMSI kita bisa berbagi, kadang ada informasi di pusat yang bisa kita dapat lewat organisasi ini. Arus informasi itu sangat bagus untuk mendorong perkembangan pengusaha media di daerah,” ungkapnya.

Selain memperkuat jejaring antarperusahaan pers, JMSI Banyuwangi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga, maupun sektor swasta, guna mendukung pembangunan dan pertumbuhan investasi di daerah.

“Misi JMSI jelas, siap berkolaborasi untuk perkembangan investasi dan pembangunan, baik di daerah maupun pusat,” tutup Dedi. (tim)