Bupati Ipuk Minta Kepala Sekolah Tak Hanya Fokus Akademik, Pendidikan Karakter Harus Diperkuat
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Kepala sekolah diharapkan mampu membangun tim pendidik yang solid sekaligus peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyerahkan surat keputusan (SK) penugasan kepada 14 kepala sekolah baru tingkat SMP di Aula Remoeg Jogopati, Rabu (28/10/2026). Dalam kesempatan itu, Ipuk mengingatkan bahwa pendidikan karakter harus menjadi bagian utama dari kepemimpinan di lingkungan sekolah.
Menurut Ipuk, perkembangan teknologi dan dinamika sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Karena itu, sekolah harus mampu menjalankan peran lebih luas, bukan hanya sebagai tempat penyampaian ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang mendukung pembentukan karakter serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak.
“Tugas Bapak dan Ibu tidak mudah. Di tengah perubahan teknologi dan tantangan sosial, sekolah tidak boleh lagi hanya menjadi tempat mentransfer pengetahuan, melainkan mampu membentuk karakter siswa melalui pendidikan yang tepat dan menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi anak didik,” kata Ipuk.
Untuk mendukung kepemimpinan sekolah yang efektif, Ipuk menyampaikan empat strategi yang perlu menjadi perhatian para kepala sekolah. Pertama, membangun sistem dan tata kelola sekolah yang berjalan efektif dengan memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga pendidik untuk mengembangkan inisiatif.
Kedua, memperkuat kerja sama dan membangun tim yang saling mendukung. Seluruh unsur sekolah perlu dilibatkan dalam menciptakan lingkungan yang peduli terhadap kondisi peserta didik.
“Ajak semua elemen untuk peduli dan peka terhadap tanda-tanda awal persoalan anak, serta bangun saluran komunikasi yang baik,” jelas Ipuk.
Strategi ketiga adalah menetapkan standar mutu yang tinggi sekaligus memberikan keteladanan. Upaya peningkatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Selanjutnya, kepala sekolah diminta tidak hanya menjalankan tugas administratif dari balik meja atau mengandalkan laporan. Kehadiran langsung dalam proses pembelajaran dan keterbukaan komunikasi dengan guru maupun siswa juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan sekolah.
“Yang keempat, kepala sekolah jangan hanya bekerja di balik meja atau mengandalkan laporan, tetapi aktif turun langsung proses pembelajaran, dan membuka ruang komunikasi dengan siswa maupun guru,” terang Ipuk.
Ipuk berharap empat strategi tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan sekolah masing-masing.
“Kami berharap 14 kepala sekolah yang hadir tidak hanya memahami strategi ini sebagai teori, tetapi menjadikannya panduan nyata untuk memajukan sekolah masing-masing,” imbuhnya.
Penyerahan SK tersebut juga melibatkan para camat dari wilayah kerja 14 kepala sekolah yang menerima penugasan. Kehadiran unsur pemerintah kecamatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pihak sekolah, terutama dalam menangani persoalan yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. (tim)
