Jelang Serah Terima, Penataan Pedagang Pasar Banyuwangi Mulai Disosialisasikan

galfxbsgrx_whatsapp-image-2026-04-16-at-105446

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai melakukan sosialisasi penataan pedagang Pasar Banyuwangi yang saat ini tengah direvitalisasi. Langkah ini dilakukan sembari menunggu proses penyelesaian akhir serta penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kepada pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskoperindag) Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, menjelaskan bahwa progres pembangunan pasar tersebut telah mendekati rampung dan ditargetkan selesai pada April ini. Meski demikian, pasar belum dapat langsung digunakan karena masih harus melalui tahapan pengecekan sebelum serah terima dilakukan.

“Waktu penyerahan belum bisa dipastikan. Tapi pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya akhir tahun ini, dan kami juga terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat. Perkiraannya bisa akhir tahun,” kata Nanin.

Sosialisasi sendiri dilakukan secara bertahap, dimulai dari pedagang di zona basah seperti penjual daging sapi, ayam, ikan, buah, dan sayur. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Juang 45 Banyuwangi pada Rabu (15/4/2026). Ke depan, pasar ini akan dibagi menjadi beberapa zona, mulai dari zona basah, zona kering, hingga area kuliner.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, menyampaikan bahwa Pasar Banyuwangi tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat, tetapi juga diarahkan menjadi ikon daerah sekaligus destinasi wisata.

“Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang. Pasar menjadi jujugan warga dan wisatawan Banyuwangi. Saya harap pedagang juga mulai berubah standar kebersihan, higienitas, dan perilaku pedagang yang lebih ramah pengunjung,” kata Suratno.

Selain sebagai tempat transaksi, kawasan pasar juga akan dilengkapi ruang untuk berbagai kegiatan, termasuk event dan atraksi festival. Fasilitas lain seperti pusat oleh-oleh, suvenir, hingga produk kerajinan khas Banyuwangi juga akan disediakan guna menarik minat pengunjung.

Nanin menambahkan, terdapat sekitar 801 los yang disiapkan sesuai jumlah pedagang eksisting. Penempatannya nanti akan dilakukan melalui sistem undian berdasarkan zona yang telah ditentukan.

Sebelum resmi diserahkan, pihak terkait akan melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada kekurangan ataupun bagian yang perlu diperbaiki.

Para pedagang pun menyambut positif revitalisasi ini. Mereka menilai fasilitas yang tersedia kini jauh lebih lengkap, termasuk akses jalan yang lebih luas dan sarana pendukung lainnya.

“Semoga Pasar Banyuwangi lebih baik lagi. Pengunjung senang datang, kami pun senang karena bakal laku,” kata Lutfi, penjual ayam potong.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang dan Kaki Lima (PKL) Pasar Banyuwangi, Sudirman, mengakui sempat ada keluhan terkait ukuran los yang dinilai kecil. Namun setelah mendapat penjelasan, ukuran tersebut telah sesuai standar pasar rakyat, yakni sekitar 2 x 1,5 meter.

“Insyaallah, selama konsep yang disiapkan pemerintah dijalankan dengan baik, pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman. Apalagi dengan konsep pasar modern yang juga menjadi destinasi wisata, kami berharap bisa menarik lebih banyak pengunjung,” jelasnya. (tim)