Pengunjung Lapas Banyuwangi Kedapatan Buang Paket Diduga Sabu Saat Akan Digeledah
BANYUWANGI (AktualLine.com)–Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan. Seorang pengunjung perempuan berinisial EM diamankan setelah diduga mencoba mengelabui petugas dengan membuang paket mencurigakan ke tempat sampah saat hendak menjalani pemeriksaan, Selasa (28/04).
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika petugas mencurigai gerak-gerik EM di area pemeriksaan. Saat itu, EM datang untuk mengunjungi warga binaan berinisial LK, namun terlihat gelisah ketika diminta masuk ke ruang penggeledahan badan.
“Saat hendak dilakukan penggeledahan sesuai SOP, pengunjung EM menunjukkan gelagat mencurigakan. Ia tiba-tiba berbalik arah dan mencoba keluar ruangan dengan dalih ingin membuang sampah,” jelas Solichin dalam keterangan resminya.
Kecurigaan petugas pun terbukti. Mereka yang mengawasi pergerakan EM langsung membuntuti hingga ke tempat sampah. Di lokasi tersebut, petugas mendapati EM tengah mengambil sesuatu dari saku celananya lalu membuangnya.
“Setelah dilakukan pengecekan seketika, petugas menemukan sebuah paket klip plastik transparan berisi serbuk kristal putih yang diduga kuat sebagai narkotika jenis sabu,” terang Solichin.
Tak hanya itu, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap barang bawaan EM. Dari hasil penggeledahan, ditemukan kembali satu paket kecil berisi serbuk serupa yang disembunyikan di dalam dompetnya.
“Dari hasil interogasi awal, EM mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya pribadi, yang ia klaim sebagai sisa konsumsi,” tambah Solichin.
Pihak Lapas juga sempat menghadirkan warga binaan berinisial LK untuk dimintai keterangan. Namun, yang bersangkutan membantah keterlibatan dan mengaku tidak mengetahui adanya barang terlarang yang dibawa oleh pengunjung tersebut.
Selanjutnya, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, EM beserta barang bukti diserahkan kepada Satuan Resnarkoba Polresta Banyuwangi.
“Kami terus memperketat pengawasan di pintu masuk utama. Tidak ada toleransi bagi siapa pun, baik pengunjung maupun oknum yang mencoba memasukkan barang terlarang ke dalam Lapas. Temuan ini sekarang sudah kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk dikembangkan,” pungkas Solichin. (tim)
