Tahap Review Selesai, PU CKPP Banyuwangi Segera Lelang Pembangunan Jembatan Sungai Lembu

IMG-20250926-WA0033

Bupati Banyuwangi bersama jajaran Pemkab, termasuk Dinas PU CKPP, meninjau jembatan darurat Sungai Lembu pascabanjir 2025 lalu.

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU CKPP) terus mendorong percepatan pembangunan Jembatan Sungai Lembu di Kecamatan Pesanggaran. Infrastruktur yang menjadi akses vital warga tersebut kini telah memasuki tahapan menuju lelang pekerjaan.

Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh proses review telah rampung. Saat ini, dokumen hasil review segera dilimpahkan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk ditindaklanjuti ke tahap lelang.

“Kami usahakan pekan ini, maksimal pekan depan sudah masuk proses lelang. Proses review sudah selesai,” kata Cahyanto, Selasa (28/4/2026).

Ia menambahkan, proyek pembangunan jembatan tersebut merupakan salah satu prioritas daerah yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Daerah (PSD). Oleh karena itu, seluruh tahapan harus melalui proses review dari Inspektorat guna memastikan kesesuaian prosedur serta transparansi pelaksanaan.

Review-nya terkait perencanaan pekerjaan, RAB, hingga kemanfaatannya. Apalagi sekarang BBM juga naik, jadi perlu di-review pula apakah RAB-nya sesuai atau tidak dengan kondisi saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cahyanto menyebutkan bahwa jika proses lelang berjalan lancar tanpa kendala, maka penetapan pemenang tender diperkirakan dapat dilakukan dalam waktu sekitar dua pekan.

“Jika semua (proses lelang) berjalan lancar dan tidak ada hambatan pada evaluasi dokumen, pemenang tender diperkirakan sudah bisa ditetapkan dalam waktu sekitar dua pekan ke depan,” terang Cahyanto.

Pembangunan jembatan ini dirancang dengan lebar 6 meter dan bentang sekitar 14 meter. Struktur utama menggunakan fondasi tiang pancang, sementara bagian lantai (abutment) akan dibangun dari material beton guna memastikan kekuatan dan ketahanan jangka panjang.

Sebagai bentuk komitmen terhadap integritas proyek, seluruh proses pengadaan dilakukan secara ketat dan mengacu pada rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami juga memohon maaf kepada warga atas prosesnya yang panjang dan mohon masyarakat untuk sedikit lebih bersabar. Kami sangat memahami betapa pentingnya jembatan ini bagi aksesibilitas warga,” imbuhnya.

Sebelumnya, Jembatan Sungai Lembu mengalami ambles akibat banjir besar yang terjadi pada 15 Juli 2025. Untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas PU CKPP segera membangun jembatan darurat.

Pada 18 Juli 2025, jembatan darurat khusus roda dua telah selesai dan dapat digunakan warga. Selanjutnya, pembangunan jembatan baja sistem knock down untuk kendaraan roda empat juga dilakukan sebagai solusi sementara sembari menunggu pembangunan jembatan permanen rampung. (tim)