Banyuwangi Siapkan Oasis Wangi, Layanan Konsultasi Kesehatan Gratis 24 Jam Berbasis WhatsApp

xvmostuoan_whatsapp-image-2026-06-20-at-200955

BANYUWANGI (AktualLine.com)–Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tengah menyiapkan inovasi layanan kesehatan berbasis digital berupa Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi). Melalui platform tersebut, masyarakat nantinya dapat melakukan konsultasi kesehatan secara daring dengan tenaga kesehatan selama 24 jam tanpa dipungut biaya.

Pengembangan layanan telekonsultasi ini mendapat dukungan dari Noora Health, organisasi nonpemerintah internasional yang memiliki fokus pada penguatan sistem pelayanan kesehatan melalui pelatihan keterampilan kesehatan yang berdampak luas.

Executive Director of Product and Tech Noora Health Global, Anubhav Arora, memaparkan perkembangan platform tersebut kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Jumat (19/6/2026).

Anubhav menjelaskan, Oasis Wangi akan memanfaatkan platform WhatsApp sehingga masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan. Warga dapat menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kesehatan yang akan langsung ditanggapi oleh tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas.

“Pertanyaan warga seputar kesehatan yang dikirim melalui Whatsapp akan langsung direspon oleh nakes. Sehingga warga tidak perlu mengunduh aplikasi baru,” kata dia.

Layanan konsultasi tersebut mencakup berbagai persoalan kesehatan, seperti kesehatan ibu dan anak serta penyakit tidak menular, di antaranya diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

Setiap pertanyaan yang masuk akan ditindaklanjuti tenaga kesehatan dengan memberikan saran medis, mulai dari langkah pencegahan, perawatan mandiri di rumah, hingga arahan untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

“Dengan konsultasi semacam ini, para nakes juga akan menyarankan apakah mereka cukup melakukan perawatan mandiri di rumah, atau malah harus segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut,” terang Anubhav.

Bupati Ipuk menyambut baik hadirnya layanan tersebut karena dinilai dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Banyuwangi. Dengan adanya akses konsultasi sejak awal, masyarakat diharapkan tidak datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sudah terlambat.

Ipuk berharap masyarakat memanfaatkan layanan telekonsultasi sejak dini, misalnya untuk konsultasi kehamilan atau menanyakan langkah penanganan yang tepat ketika terdapat anggota keluarga yang mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, maupun gangguan jantung.

“Langkah ini bisa menekan risiko penyakit sejak dini sehingga harapan kami akan membuat warga Banyuwangi semakin sehat dan usia harapan hidup bertambah. Apabila ada kegawatdaruratan juga bisa segera tertangani,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya bersama Noora Health terus menyempurnakan persiapan layanan tersebut, termasuk membekali tenaga kesehatan melalui kegiatan workshop agar mampu memberikan pelayanan dan respons yang optimal kepada masyarakat.

“Para nakes telah mengikuti workshop terlebih dahulu untuk menjalankan sistem ini agar bisa memberikan layanan dan respon yang baik ke warga,” kata Amir.

Sebagai tahap awal, Oasis Wangi akan diuji coba pada akhir Juni 2026 di tiga wilayah puskesmas, yakni Puskesmas Bajulmati di Kecamatan Wongsorejo, Puskesmas Mojopanggung di Kecamatan Banyuwangi, dan Puskesmas Kabat.

“Target kami akhir tahun atau awal tahun 2027 sudah bisa menjangkau seluruh warga,” kata Amir.

Sebelumnya, Noora Health juga telah menjalankan Program Pendamping Perawatan atau Care Companion Program (CCP) di Banyuwangi sejak tahun 2025. (tim)